Teuku Oktaranda Sosok Agen Perubahan dalam Perpolitikan Aceh Timur

oleh -1476 Dilihat
oleh

Aceh Timur|Bitranusantara.co.id – Teuku Oktaranda, SH.MH, seorang politisi muda dari Partai Golkar, berhasil menciptakan terobosan besar dalam Pemilu Legislatif 2024. Tidak hanya berfokus pada perolehan dukungan masyarakat, Teuku Oktaranda juga menempuh jalur hukum hingga ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK-RI) untuk menuntut keadilan dalam proses pemilihan.

Pada Jumat (7/6/2024), MK-RI mengabulkan gugatan yang diajukan Teuku Oktaranda dan memerintahkan penghitungan ulang suara di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di delapan kecamatan dalam Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh VI. Keputusan ini tercantum dalam Putusan Nomor 20-01-04-01/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024. Kecamatan yang dimaksud mencakup Idi Rayeuk, Birem Bayeun, Peureulak, Ranto Peureulak, Peureulak Timur, Peureulak Barat, Simpang Jernih, dan Peunaron.

Mengejar Keadilan Pemilu

Dalam gugatannya, Teuku Oktaranda, melalui kuasa hukumnya Syahrul Ali, menyoroti dugaan penggelembungan suara oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang diduga menguntungkan Partai Gerindra dan Partai Aceh. Penggelembungan suara tersebut ditemukan pada saat rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan. Keputusan MKRI ini merupakan yang pertama dalam sejarah Pemilu di Kabupaten Aceh Timur, di mana penghitungan ulang suara dilakukan di delapan kecamatan sekaligus.

Teuku Oktaranda mengungkapkan bahwa perjuangan ini memerlukan banyak tenaga dan pikiran

“Meskipun harus bolak-balik ke Jakarta, saya tetap semangat menjaga hak politik yang telah diberikan masyarakat,” ujar mantan Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Aceh Timur ini.

Pria yang juga ayah enam anak ini berharap gugatannya dapat menjadi contoh bagi calon peserta Pemilu di masa depan.

Profil Teuku Oktaranda

Teuku Oktaranda, SH.MH, adalah tokoh muda yang aktif dalam berbagai organisasi sejak masa kuliah. Ia pernah menjabat sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan BEM Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam) dan Ketua Umum Pengurus Daerah PII Aceh Timur pada tahun 2011-2012. Setelah menyelesaikan pendidikan advokat di Paradi Medan pada 2016, Teuku Oktaranda kini mengelola sebuah perguruan tinggi swasta di Aceh Timur.

Dalam upayanya memberikan akses pendidikan tinggi, Teuku Oktaranda menawarkan solusi pembayaran cicilan dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang terkendala biaya. Dengan moto “Adil Sejak Dini,” ia berkomitmen untuk membantu generasi muda Aceh Timur mengakses pendidikan yang lebih baik.

Masa Depan Perpolitikan Aceh Timur

Keberhasilan Teuku Oktaranda dalam memenangkan gugatan di MK-RI dan perintah penghitungan ulang suara di delapan kecamatan merupakan bukti nyata dari keberanian dan kegigihannya dalam memperjuangkan keadilan. Sosok muda ini diharapkan dapat menjadi harapan baru dalam perpolitikan Aceh Timur dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang demi keadilan dan transparansi dalam proses demokrasi.

Dengan langkah-langkah konkret yang telah diambilnya, Teuku Oktaranda berpotensi besar untuk melenggang ke bangku DPRA periode 2024-2029, membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakat Aceh Timur. (*)