Dua Eks Kombatan GAM Pilih Jalur Independen Siap Bertarung di Pilkada 2024

oleh -1489 Dilihat
oleh

Aceh Timur|Bitranusatara.co.id – Dua mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Ridwan Abu Bakar dan Muhammad, yang dikenal dengan nama Amad Leumbeng, telah memutuskan untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Aceh Timur melalui jalur independen pada Pilkada mendatang.

Profil Amad Leumbeng

Amad Leumbeng saat ini menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Timur dari Partai Aceh. Dikenal karena jiwa sosialnya yang tinggi, Amad telah banyak berkontribusi dalam membantu masyarakat Aceh Timur. Ia juga menjabat sebagai Ketua KPA Asahan sejak tahun 2007. Sebelum berkarier di DPRK, Amad pernah menjadi keuchik gampong Alue Nibong pada tahun 2012.

Amad Leumbeng terkenal di kalangan masyarakat karena kegiatannya yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan bantuan kepada warga.

Profil Ridwan Abu Bakar

Ridwan Abu Bakar, yang akrab disapa Nektu, memiliki latar belakang pendidikan militer dari Akademi Militer (Tripoli) di Libya pada tahun 1987-1988. Nektu pernah menjabat sebagai Wakil Panglima GAM wilayah Peureulak dan Wakil Ketua DPW Partai Aceh (PA) Aceh Timur periode 2007-2016.

Nektu juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRA pada periode 2009-2014 dan anggota DPRA pada periode 2014-2016. Pada Pilkada 2017, Nektu sempat mencalonkan diri sebagai bupati Aceh Timur namun kalah dari petahana. Pada tahun 2019 hingga sekarang, ia kembali menjadi anggota DPRA.

Perjalanan Politik

Pada pemilu 2024 yang lalu, Amad Leumbeng sempat mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPRA dari Partai Aceh, namun tidak terpilih. Meski demikian, kinerjanya selama menjabat di DPRK Aceh Timur telah banyak membantu meningkatkan citra Partai Aceh. Namun, kecewa dengan keputusan partai yang tidak memasukkannya dalam bursa calon DPRA, Amad Leumbeng dan Ridwan Abu Bakar memilih jalur independen.

New Era

Langkah Amad Leumbeng dan Ridwan Abu Bakar ini menandai babak baru dalam dinamika politik di Aceh Timur. Dengan latar belakang dan kontribusi mereka yang signifikan, keduanya bertekad untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Aceh Timur melalui jalur independen pada Pilkada mendatang.

Keputusan ini menunjukkan semangat dan dedikasi mereka untuk terus melayani masyarakat, meskipun harus berjuang tanpa dukungan partai politik besar. Pilkada Aceh Timur akan menjadi ajang penting untuk melihat bagaimana dukungan masyarakat terhadap dua eks kombatan GAM ini dalam mencapai tujuan mereka untuk memimpin daerah. (*)